INMES

  • Home
  • Disclaimer
  • About
  • Daftar isi
  • Trends
  • Contact us
Home » Uncategories » Definisi Akal

Tuesday, May 24, 2011

Definisi Akal

Urgensi Definisi Akal, Proses Berfikir, dan Metode Berfikir

Manusia adalah makhluk yang paling utama, sampai - sampai dikatakan manusia lebih utama daripada malaikat. Keutamaan manusia ini tiada lain terletak pada akalnya. Akal inilah yang telah mengangkat kedudukan manusia dan sekaligus menjadikannya makhluk yang paling utama. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita memiliki pengetahuan tentang akal ('aql), proses berfikir (tafkir), dan sekaligus metode berfikir (tariqah at-tafkir). Ini karena, proses berfikirlah yang menjadikan akal manusia memiliki nilai dan sekaligus menghasilkan berbagai buah (produk akal) yang masak, yang mampu membuat kehidupan dan manusia menjadi baik. Bahkan mampu menciptakan kebaikan bagi seluruh alam semesta beserta segala sesuatu yang ada di dalamnya, termasuk benda - benda mati, tumbuhan dan hewan.

Bebrbagai macam ilmu, seni, sastra, filsafat, fikih (hukum), ilmu bahasa, dan pengetahuan -dipandang sebagai pengetahuan itu sendiri -tiada lain adalah produk akal, yang konsekuensinya juga merupakan produk proses berfikir. Oleh kaerna itu, demi kebaikan manusia, kehidupan dan alam semesta, harus diketahui fakta tentang akal itu sendiri. Disamping itu harus pula diketahui fakta mengenai proses berfikir dan metode berfikir.

Umat manusia dalam kurun waktu yang sangat panjang, ternyata lebih menaruh perhatian pada buah akal dan buah proses berfikir daripada memberikan perhatian pada fakta mengenai akal dan fakta tentang proses berfikir itu sendiri. Memang benar, pernah ada orang - orang yang berusaha untuk memahami fakta akal, baik intelektual kaum muslim maupun non-Muslim pada masa lalu ataupun masa sekarang. Akan tetapi, semuanya gagal dalam memahami fakta mengenai akal tersebut. Ada juga orang yang berusaha menyusun metode berfikir dan memang berhasil dalam beberapa aspek dari buah metode berfikir tersebut dengan adanya sejumlah prestasi ilmiah. Akan tetapi, mereka telah tersesat dalam memahami fakta tetntang berfikirnya. Mereka juga telah menyesatkan para pengikutnya yang merasa kagum terhadap keberhasilan ilmiah tersebut.

Sebelumnya, sejak mas Yunani dan setengahnya, umat manusia telah terdorong untuk mengetahui fakta menenai proses berfikir. Hasilnya, mereka sampai pada apa yang disbeut dengan logika ('ilmu mantiq) dan berhasil meraih sebagian pemikiran. Akan tetapi, mereka telah merusak hakikat pengetahuan (ma'rifah) itu sendiri. Jadi, logika malah menjadi sesuatu yang destruktif bagi pengetahuan, bukan menjadi -seperti yang diharapkan dari logika -alat untuk mencapai ilmu pengetahuan atau menjadi standar kebenarannya.

Mereka yang terdorong memahami proses berfikir juga telah sampai pada apa yang disebut dengan filsafat (falsafah), yakni cinta kebijaksanaan, dan studi secara mendalam tentang apa yang ada dibalik eksistensi atau dibalik materi (gaib, super natural). Mereka memang berhasil menciptakan pengetahuan dan kesimpulan yang menghasilkan kepuasan intelektual. Akan tetapi, pengetahuan tersebut jauh dari fakta dan kebenaran (al-haqiqah). Akibatnya mereka menjauhkan manusia dari kebenaran dan fakta hingga menyesatkan banyak manusia serta menyimpangkan proses berfikir dari jalannya yang lurus.

Seluruh upaya tersebut dan yang semisalnya, jika kami boleh mengatakan adalah memang kajian tentang proses berfikir dan metode berfikir. Akan tetapi, meskipun telah menghasilkan berbagai pengetahuan, menciptakan bidang pengkajian, dan menghasilkan sejum;lah manfaat bagi manusia, upaya - upaya itu sebenarnya tidak difokuskan pada fakta mengenai proses berfikir dan tidak berlangsung di atas jalan yang benar. Oleh karena itu, upaya tersebut tidak dapat dianggap kajian mengenai fakta proses berfikir, namun hanya kajian tentang prosuk dan buah berfikir yang lurus, melainkan hanya sekedar kajian tentang salah satu tekhnik (uslub) berfikir dalam metode berfikir, yang diperoleh secara kebetulan akiat pengkajian berbagai produk pemikiran dan buah akal, dan tidak diperoleh melalui jalan penelaahan terhadpa fakta proses berfikir itu sendiri. Maka, dapat dikatakan bahwa kajian tentang metode berfikir yang lurus selama ini hanya berputar - putar pada hasil proses berfikir, tidak difokuskan pada fakta proses berfikir itu sendiri.

Penyebab kegagalan yang ada hingga saat ini dalam memahami fakta mengenai proses berfikir dan juga fakta metode berfikir dikarenakan para pengkaji telah lebih dulu mengkaji proses berfikir sebelum mengkaji akal itu sendiri. Padahal, fakta tentang proses berfikir itu tidak akan dapat dipamahami kecuali setelah diketahui terlebih dulu fakta mengenai akal secara meyakinkan dan pasti (jazim). 

Apa yang tertulis dalam tulisan atau artikel ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Berfikir adalah metode awal seseorang menganalisa sesuatu.

Sumber: Taqiyuddin an-Nabhani. Hakekat Berfikir
Diposkan pd tgl 25 mei 2011
f
Share
t
Tweet
g+
Share
Comments
0 Comments
?
TRIKSTAR
9:59 AM

Belum ada komentar untuk "Definisi Akal"

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)
Find Us :

Carousel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Latest News

W3 Directory - the World Wide Web Directory W3 Directory - the World Wide Web Directory

Artikel terbaru

  • Home
  • Contact US
  • Disclainer
  • Tips Menghindari kolestrol Memakan Gorengan
  • Sang Pembantai Gerosida Westerling
  • Tips Sehat Cara Memutih Kulit Secara Alami
Powered by Blogger.
Copyright 2013 INMES - All Rights Reserved
Template by Mas Sugeng - Powered by Blogger